FPP UNIM Bone

Abdi Desa di Padatuo, Mahasiswa Peternakan UNIM Bone dan UMSI Kenalkan Teknologi Fermentasi Pakan

BONE – Himpunan Mahasiswa Peternakan Universitas Muhammadiyah Bone (HIMATER UNIM Bone) bersama Himpunan Mahasiswa Peternakan Universitas Muhammadiyah Sinjai (HIMAPTEK UMSI) melaksanakan program Abdi Desa di Dusun Bacu, Desa Padatuo, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, pada 15–17 Juli 2026.

Mengangkat tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kolaborasi, Meningkatkan Kesejahteraan Peternak melalui Edukasi Fermentasi Pakan”, kegiatan ini menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya meningkatkan kapasitas peternak dengan memperkenalkan teknologi sederhana yang memanfaatkan sumber daya lokal sebagai pakan ternak yang berkualitas, ekonomis, dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri oleh Pemerintah Desa Padatuo, tokoh masyarakat, kelompok peternak, serta mahasiswa dari kedua perguruan tinggi. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam mendukung pengembangan sektor peternakan di tingkat desa.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya manajemen pakan sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan produktivitas ternak. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga membuka ruang diskusi bersama masyarakat untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi peternak, seperti tingginya biaya pakan dan keterbatasan hijauan saat memasuki musim kemarau.

Sebagai alternatif solusi, tim pengabdian memperkenalkan teknik fermentasi pakan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, antara lain rumput gajah dan batang pisang (gedebog). Kedua bahan tersebut difermentasi menggunakan EM4 Peternakan dan molase sehingga menghasilkan pakan dengan kualitas nutrisi yang lebih baik, lebih mudah dicerna ternak, memiliki aroma yang disukai, serta dapat disimpan lebih lama sebagai cadangan pakan.

Tidak hanya menerima teori, para peserta juga mengikuti praktik pembuatan fermentasi pakan secara langsung. Mulai dari proses pencacahan bahan baku, pencampuran bahan fermentasi, hingga teknik penyimpanan yang benar agar menghasilkan silase dengan kualitas optimal.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Para peternak aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai penerapan teknologi fermentasi pakan sesuai dengan kondisi usaha peternakan yang mereka jalankan.

Ketua HIMATER UNIM Bone, Randy Dicky Angreza, menyampaikan bahwa kegiatan Abdi Desa merupakan bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari peran mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi pengetahuan dan teknologi sederhana yang mudah diterapkan peternak agar mampu menghasilkan pakan yang murah, berkualitas, dan tersedia sepanjang tahun,” ujarnya.

Ia berharap edukasi yang diberikan dapat membantu meningkatkan produktivitas ternak sekaligus mendukung kesejahteraan peternak di Desa Padatuo.

Senada dengan itu, Ketua HIMAPTEK UMSI, Andi Faiz Saad, menilai bahwa sinergi antarmahasiswa dari dua perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi antara HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI menunjukkan bahwa mahasiswa mampu bersinergi menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak desa yang dapat merasakan manfaat inovasi dan ilmu pengetahuan yang kami miliki,” ungkapnya.

Apresiasi turut disampaikan Kepala Desa Padatuo, Saifuddin, yang mengucapkan terima kasih kepada kedua organisasi mahasiswa karena telah memilih Desa Padatuo sebagai lokasi pelaksanaan program Abdi Desa.
Menurutnya, edukasi mengenai fermentasi pakan sangat relevan dengan kebutuhan peternak setempat karena mampu memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar desa sehingga dapat menekan biaya produksi sekaligus mengatasi keterbatasan pakan.

Edukasi mengenai fermentasi pakan menjadi solusi yang sangat dibutuhkan peternak kami karena memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar desa. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin mandiri dan kesejahteraan peternak terus meningkat,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut ditutup dengan penyerahan simbolis hasil fermentasi pakan kepada perwakilan masyarakat, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengembangan peternakan yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Melalui program Abdi Desa ini, HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI berharap teknologi fermentasi pakan dapat diadopsi secara mandiri oleh masyarakat. Penerapan inovasi tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kekurangan pakan pada musim kemarau, meningkatkan produktivitas ternak, serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan peternak di Desa Padatuo.

Scroll to Top