
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bone (FPP UNIM Bone) melaksanakan kegiatan Praktikum Lapang Terpadu di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, selama tiga hari, 26-28 Juni 2026. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Rumah Koran sebagai wahana literasi pertanian, iklim, serta pengkajian potensi pengembangan komoditas pertanian yang berkelanjutan.
Praktikum lapang terpadu yang dirangkaikan dengan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa tersebut merupakan agenda akademik tahunan Program Studi Agribisnis. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi keilmuan mahasiswa sekaligus mempertajam capaian pembelajaran dari berbagai mata kuliah yang diprogramkan setiap semester.
Ketua Program Studi Agribisnis, Ahmad Zailan, S.P., M.P., menjelaskan bahwa praktikum lapang terpadu menjadi sarana untuk memperdalam jiwa socioprenuership mahasiswa di era modern. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dengan berinteraksi bersama petani, mengamati kondisi lahan, melakukan penelitian, serta memahami aspek kelembagaan dan potensi pengembangan sektor pertanian.
Sementara itu, Dr. Jamaluddin, S.Pd., M.M., Founder Rumah Koran yang menjadi tuan rumah sekaligus mitra kolaborasi, menyambut hangat rombongan dosen dan mahasiswa. Ia memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya gerakan literasi petani sebagai salah satu penggerak utama kemajuan sektor pertanian dan budidaya.

Peraih penghargaan Kalpataru 2026 kategori Perintis Lingkungan tersebut juga mengajak mahasiswa untuk membangun cara pandang baru terhadap dunia pertanian. Menurutnya, sektor pertanian harus diposisikan sebagai bidang yang modern, menjanjikan, bergengsi, serta memiliki prospek cerah bagi generasi muda.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan mendapat sambutan antusias dari para petani di Desa Kanreapia. Mahasiswa dan masyarakat berbaur dalam berbagai aktivitas lapangan, berdiskusi mengenai potensi pertanian lokal, serta membangun kedekatan sebagai upaya mendorong inovasi dan pengembangan pertanian yang berkelanjutan.